Inilah Pengertian dari Cold Booting dan Warm Booting

Setelah bertahun-tahun menggunakan komputer atau laptop untuk keperluan kerja ataupun belajar, apakah kamu sudah tahu istilah cold booting dan warm booting?

Mungkin kamu sudah menghabiskan waktu sangat lama di depan monitor atau layar, tapi faktanya masih sedikit orang yang benar-benar memahami istilah semacam ini.

Kamu sebenarnya tahu tindakan atau aktivitasnya, namun uniknya tidak mengetahui istilah asli dari tindakan atau aktivitas tersebut.

Hal semacam ini memang terhitung wajar, karena tidak semua orang mempunyai waktu untuk mengingat istilah rumit dan membingungkan.

Namun, tidak ada salahnya juga bagi kamu untuk mengetahui definisi beserta penjelasan dibalik istilah komputer seperti cold booting dan warm booting ini.

Lumayan, itung-itung bisa nambah pengetahuan dan wawasan agar bisa menjadi kaum milenial yang lebih budiman.

Baiklah, apa sih sebenarnya arti dari kedua istilah asing ini? Simak baik-baik penjelasannya ya.

Mengenal Lebih Jauh Seputar Cold Booting

Cold Itu artinya dingin, sedangkan booting artinya menyalakan suatu sistem komputer. Jadi apakah yang dimaksud disini menyalakan komputer di dalam kulkas?

Tentu saja tidak, cold booting adalah suatu proses ketika kamu menyalakan komputer dengan menekan tombol power ketika dalam keadaan mati hingga melakukan proses booting secara normal.

Siapa sangka ternyata tindakan sesimpel menekan tombol komputer saja punya istilah rumit yang bisa bikin gagal paham.

Oh iya, kamu juga bisa menyebut proses semacam ini dengan istilah hard boot, atau cold boot (tanpa tambahan ing).

Apa pun nama istilahnya, definisinya tetap sama. Jadi, kamu tidak perlu bingung apalagi sampai pusing.

Mengenal Warm Booting, Apakah Ini Adiknya Cold Booting?

Kami tidak paham apakah mereka kakak beradik, yang jelas warm booting adalah suatu proses ketika suatu sistem komputer melakukan booting dengan mengklik tombol restart atau pun dengan mengklik CTRL+ALT+DEL.

Warm booting ini ibarat kabur dari masalah yang menghantui sebagian besar pengguna, yakni insiden “not responding” Kami yakin, kamu pasti pernah mengalami hal semacam ini.

Lebih parahnya lagi, waktu pertama kali mengalaminya tidak sedikit yang panik dan cemas. Oh iya, proses warm booting juga diperlukan ketika kamu hendak melakukan update sistem.

Istilah lain dari proses semacam ini bisa juga disebut sebagai dead start dan soft boot.

Sudah Kenal Keduanya, Ini Perbedaan Cold Booting dan Warm Booting!

Jika diperhatikan dari istilahnya saja sudah jelas, kedua hal ini pasti bertolak belakang dan sangat berbeda.

Namun apa saja perbedaanya? Daripada tambah penasaran berikut kami berikan informasi perbedaannya yang dikutip dari Wantek.ID:

1. Cara Melakukannya Saja Jelas Berbeda

Hal pertama yang berbeda dari kedua proses ini yakni, cold booting sistemnya dinyalakan saat PC/Laptop kamu sedang dalam keadaan mati (shut down).

Sedangkan, warm booting itu dilakukan dengan mengklik tombol “restart” atau pun kombinasi CTRL+ALT+DEL.

2. Tingkat Keseringan(Frequency)

Kamu pasti melakukan shut down ketika sudah selesai dengan pekerjaan atau tugas di PC/Laptop. Nah, dengan demikian proses Cold Booting lebih sering dilakukan daripada warm booting.

Karena, kamu tidak mungkin mengalami not responding secara terus menerus dan proses restart cenderung dilakukan hanya beberapa kali (simpelnya hanya kadang-kadang saja).

3. Konsepnya Berbeda

Cold booting dilakukan ketika PC/Laptop kamu sedang dalam keadaan mati lalu dinyalakan dengan menekan tombol power, sedangkan warm booting ini prosesnya dilakukan ketika komputer kamu masih dalam keadaan hidup.

4. Risiko Proses

Cold Booting itu merupakan proses yang wajar dan tidak berdampak pada data atau software yang terinstall di komputer kamu, sedangkan warm booting ini jika dilakukan terlalu sering bisa berakibat buruk terhadap PC/Laptop.

Kasus terparahnya adalah kerusakan sistem dan OS yang mengalami kerusakan(corrupted).

Baik itu dia perbedaan dari kedua istilah cold booting dan warm booting, semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kalian semua. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke teman-teman kalian ya.

Default image
Mo Ghozi

Leave a Reply